Ibu engkau mengajariku untuk menahan emosi… untuk tidak terlalu cepat marah…

Sejak engkau sakit dan tidak sadar… aku ambil cuti untuk mengantarmu ke rumah sakit… sudah sepatutnya sebagai anak aku berusaha sekuat tenaga menyelamatkan nyawamu… hingga akhirnya engkau dipanggil Yang Maha Kuasa… akupun tak kuasa menahan tangis…

Kesedihan aku rasakan… hari ini kesedihan itu berubah menjadi rasa kesel… manakala di kantor ada yang bertanya… gimana Wis ibu… sehat? Ibu sudah tiada saya jawab… apa memang begitu Human Resource di tempat saya bekerja? sungguh parah… puncaknya rasa ini menjadi amarah… ketika ada yang tanya Pak kemana aja? mbawa oleh2 nggak nih…

Pantaskah jika aku marah?