The Rise of Tempe Chips

When I was a kid in Malang, Jl Sanan was just the street where tempe came from.. everybody knew it, nobody thought much about it. We’d grab fresh tempe wrapped in banana leaves from the neighbourhood, fry it plain with rice, or mash it into tempe penyet - fried tempe, sambal terasi, rice. Done. It was food. Not a health food. Just food.

I lived on that street from the mid-80s through the late 90s. Back then Sanan was synonymous to tempe. The whole kampung felt like a fermentation pot.. in the best way. It was a whole ecosystem.. the tempe makers, and alongside them the people who stocked and sold the soybeans. Keripik tempe existed, but the big oleh-oleh culture came later.. when Malang and Batu grew into proper weekend destinations and people needed something to bring back to Surabaya or Jakarta.

Continue reading

Kata Dokter

Dua minggu ini saya merasakan sakit di leher. terus terang saya merasa agak khawatir. apalagi setelah hari raya Qurban kemaren, pola makan saya benar-benar tidak terkontrol.

you name it. sate kambing, tongseng, sop kambing, gulai kambing. waduh. waduh.. waduh.

sate-goreng

Akhirnya saya putuskan untuk ke dokter, dan di RSIB saya berkonsultasi pada dr Lanny. seperti biasa dokter menanyakan masalah saya dan kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk memeriksa tekanan darah saya. ternyata tekanan darah saya 95/65, atau termasuk rendah. (woot)

Continue reading

Idul Adha 1429H

Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Allahu Akbar.

La illaha il Allah.

Allahu Akbar, Allahu Akbar.

walilahil Hamd.

Seperti tahun-tahun sebelumnya kali ini komunitas kami di Komples STIE Perbanas melakukan pemotongan hewan Qurban bertepatan dengan Lebaran Haji 1429H. Tahun ini sebanyak 16 ekor kambing dan 1 ekor sapi dari warga Kompleks STIE Perbanas dan beberapa warga sekitar di amanahkan kepada pengurus Musholla Nurul Iman untuk dipotong dan disalurkan kepada mereka yang berhak.

Continue reading

Pengalaman tahun lalu. sebagai angkatan ‘93 dhewe eple eple. tahun ini strategiku ngangkut arek2 yang tinggal di Bintaro dan BSD (Bintaro Sanaan Dikit) akhirnya terkumpul lah Ndaz n Tantri. Ancer2 ke gedung tempat acara cukup jelas. Ada spanduk gedhe banget. Malahan kalo kita kelewatan ada spanduk tambahan dengan tulisan

Kebablasen Rek!

Dateng trus registrasi. trus nulis jeneng nang pin.. tahun iki moto acarane

Tresno Jalaran Soko Kuliner

Pin

Wah alamat tambah mekar. Acara dibuka Lagu Indonesia Raya. Untung ono teks e rek.

Continue reading

Author's picture

Wisu Suntoyo

Cloud, tech & ideas.