Pagi ini keluar beli nasi uduk, mata terasa ngeres - kaki juga. Pas nunggu dibuatkan, buka HP - WAG dan sosmed sudah heboh duluan. Pulang, lihat kap mobil, ada lapisan abu tipis. Tipis, tapi jelas. Pertama kali saya lihat ini di Jakarta setelah lebih dari dua puluh lima tahun.
Saya pindah ke Jakarta di 2001. Sejak saat itu - tidak ada hujan abu. Bukan karena gunung apinya tidur, tapi karena kombinasi yang dibutuhkan agar abu bisa sampai ke sini memang jarang terjadi: erupsi eksplosif berskala besar dan angin yang berembus tepat ke arah barat laut menuju ibu kota. [1, 2, 3]
